Alhamdulillah, berangkat juga. Walaupun sempat dibingungkan dengan masalah SPPD dari unit ke Jakarta. Hari Jumat, tanggal 6 Mei, harus ada di kantor pusat Jakarta untuk mengambil dokumen dan mengikuti arahan dari KaDIV Konstruksi IB. Padahal untuk masalah dinas, awalnya minta SPPD kosong aja tidak diberikan nomor urut SPPD-nya. Ya, terkait SK Direksi tentang bulan Mei tanpa SPPD. Lalu mengajukan izin tidak masuk kerja (padahal untuk urusan pekerjaan??). Akhirnya berangkat juga ke Jakarta.
Hari Jumat, tanggal 6 Mei 2011. Mengambil dokumen dan mengikuti pengarahan dari Kadiv Kon IB, sekaligus berkenalan dengan rekan-rekan yang sama-sama akan berangkat ke Fukuoka.
Hari Sabtu, 7 Mei 2011. Karena lihat di internet temperatur di Fukuoka cukup dingin bagi saya, sekitar 19 Deg-C, dengan ditemani istri tercinta kami pergi shopping baju hangat plus kupluk dan sarung tangan sekalian. Udah parno duluan. Maklum, meski cukup lama tinggal di Bandung tetap tidak dapat menghilangkan alergi terhadap dingin. Apalagi sudah 5 tahun terakhir menetap di daerah bercuaca panas.
Hari Minggu, 8 Mei 2011. Perjalanan dimulai dari bandara intl Soekarno Hatta terminal 2E. Kami menaiki pesawat China Airline CI0680, Airbus A330-300, tujuan Taipei via Hongkong, keberangkatan pukul 6.25 WIB. Setelah bayar airport tax, 150rb per orang, kami menuju ruang tunggu. Di bagian imigrasi, aku dipelototin secara seksama oleh petugas imigrasi. Maklum, foto di pasport dan visa dengan wajah penuh jenggot plus wajah agak ketengahtimuran mirip Shakhrukh Khan membuat dicurigai teroris. Apalagi di beberapa tempat lagi siaga 1 akibat tewasnya Osama bin Laden beberapa hari sebelumnya. Alhamdulillah lewat juga.
Di security point sebelum masuk ruang tunggu juga dicegat oleh petugas bandara. Tasku digeledah. Ternyata hanya masalah botol Aqua dan tupperware berisi kopi yang sudah aku buat di rumah sebelum berangkat. Baru tau kalo ke pesawat tidak boleh bawa minuman. Padahal selama ini di keberangkatan domestik aman-aman aja tuh. Apa memang beda policy penerbangan domestik dengan internasional, atau petugas keberangkatan domestiknya yang gak peduli?? Entahlah. Terpaksa deh botol Aquanya ditinggal dan kopinya dibuang….
Walaupun menempuh perjalanan yang cukup lama, di pesawat lumayan terhibur dengan adanya multimedia di setiap kursi. Makan pagi datang setelah sekitar 1 jam di udara. Pramugarinya nawarin, chicken or pork??? hehe….
Transit pertama di Hongkong. Walaupun tidak ganti pesawat, kami diharuskan turun ke bandara. Cuma setengah jam di Bandara. Aku sangat terpesona dengan bandara Hongkong tersebut. Besar, rapi, bersih, dan arsitekturnya keren. Sempet foto juga disana, curi-curi, sebab ada tanda larangan mengambil gambar disana. Yang bikin bete, smoking room-nya. Memang ada smoking room disana, cukup luas. Tapi exhaust fan-nya, entah tidak ada atau tidak dioperasikan, sehingga asap mengepul disana. Atau memang sengaja tidak ada, agar orang tidak nyaman merokok dan tidak berlama-lama disana…???

Setelah setengah jam menunggu, perjalanan kami berlanjut dengan menggunakan pesawat yang sama menuju Taipei….